Showing posts with label education^_^. Show all posts
Showing posts with label education^_^. Show all posts

Sunday, October 3, 2010

Cerita Sedikit Dibalik Proses Pembuatan Pre-Thesis

Hello World,
Been a long time I didn't update my blog. Now, I feel like I really want to share this feeling :)

Seminggu lagi kira-kira adalah deadline pengumpulan Pre-Thesis Seminar on American Studies di Fakultas saya dan apa yang sudah saya kerjakan? Diatas kertas belum ada memang tapi Brainstorming dari hari ke hari, ngobrol dengan beberapa orang, dan baca buku yang relevan sudah coba saya lakukan. Hasilnya? Bingung. Itu yang sampai sekarang masih saya rasakan, pertanyaan-pertanyaan seringkali muncul seperti: Topiknya difokusin kemana ya? Sumbernya nanti cari dimana aja ya? Mulai darimana ya? Pake teori apa ya? and bla bla blaaa..

Dan beberapa kali sempat terjawab dari hasil diskusi atau searching lewat om Google tapi kadang kembali bingung lagi. Yah, ternyata seperti inilah rasanya ngerjain Skripsi.. padahal ini belum skripsi, baru Seminarnya! Waduh. Ada temen yang pernah bilang, Kuliah itu gampang kok tapi skripsinya yang susah. Hahaha kadang kalau dipikir-pikir ada benarnya juga, itulah kenapa akhirnya ada pilihan Non-Skripsi di Fakultas saya. Saya tidak pernah berpikir teman2 yang mengambil Non itu tidak bisa mengerjakan skripsi, sebenarnya kalau mereka mau pasti bisa tapi saya pikir mungkin passion mereka bukan untuk Skripsi tapi lebih ke hal-hal yang ditawarkan di Non skripsi seperti Journalism, Public Relation, dll. Softskill yang asik memang sebenarnya. Tapi skripsi bagi saya seperti sebuah puncak dari tantangan yang saya hadapi di game selama saya kuliah ini, dan sebagai orang yang suka mencari tantangan dan berkawan dengan bahaya, saya akhirnya memutuskan memilih untuk Skripsi.

Tema saya di final project mata kuliah Method on Cultural Reseacrh semester kemarin adalah tentang Kelemahan Kebijakan Gov't Amerika dalam menangani kasus Imigran di film Crossing Over. Entah kenapa saya mempunyai passion yang tinggi untuk menguak kelemahan2 Amerika, hehehe. Akan tetapi, setelah saya pikir2 lagi, saya memutuskan tidak lagi meneruskan tema itu karena saya mulai jenuh dengan mengangkat Literatur sebagai objek untuk diteliti. Saya ingin mencoba rasa yang lain dan saya menemukan rasa kopi Amerika yang baunya hingga ke Semarang juga akhirnya: Starbucks Coffee!

Saya ingin mengangkat tentang Pop Culture, pernah sih dapet kuliahnya di Semester 3 dulu sama Mr. Moore dan sekarang sedang mencoba mengontak beliau via email untuk sharing ide. Lalu saya memutuskan memilih Starbucks karena belum ada setahun ini, baru dibuka gerai baru Starbucks di Semarang (Paragon Mall) dan ini memudahkan saya untuk melakukan survei serta penelitian langsung di TKP memakai konsep Ethnography atau penelitian langsung ke lapangan, mengikuti aktifitas orang2nya, dll. Kenapa tidak McD, KFC, atau yang lain? Karena saya pikir Starbucks cukup unik, jika McD dan KFC mengadaptasi apa yang dikonsumsi masy.lokal, Starbucks tetap memilih untuk mempertahankan keasliannya seperti yang dijual di U.S. Sebagai contohnya saja, kita bisa menemukan Nasi di McD Citraland Semarang tetapi kita ga akan bisa menemukan itu di U.S karena mereka beradaptasi dengan lidah masyarakat Indonesia supaya McD tetap bisa dinikmati sesuai dengan rasa yang biasa dinikmati lidah Indonesia. Starbucks lain, karena kopi yang kita rasakan di Semarang dan Boston misalnya, pasti sama karena mereka menjaga kualitasnya agar tetap sama, bahkan menurut bukunya Rahayu Sekarsassi yang berjudul 'GLOBUCKSISASI', pembersih lantai yang digunakan Starbucks juga diimpor dari Amerika. Wow! Proses inilah yang membuat saya tertarik untuk mengangkat Starbucks menjadi calon Skripsi saya.

Globalisation, Celebratory Approach, dan teori budaya populer lainnya yang sedang coba saya cari dan kumpulkan untuk mendukung thesis saya nanti yang semoga saja disetujui oleh Dosen Pembimbing. Kalau temen-temen pernah lihat buku atau apapun tentang ini tolong segera kabari saya yah, that would be very helpful :)

Ohya, brainstorming tema skripsi memang sepertinya perlu ya sering2 kita lakukan, ide yang sempat terlontar dari Mas Yoga untuk bikin Thesis Club sepertinya asik tuh..kita bisa kopi darat dimanaaa gitu buat ngumpul atau secara Online. Hohoho.

Doakan saya dan semua teman-teman yang sedang memulai perjuangan puncak untuk bisa menyelesaikan game ini yah.. Doakan semoga proses perjuangan ini membuahkan hasil yang luarbiasa dan berguna bagi kita semua! Amin.

Dreams,faith,fight!

Saturday, October 25, 2008

Komunitas itu bernama "SATOE ATAP"

Iqbal yang ngenalin saya pertama kali sama komunitas ini, di suatu pagi di kampus, lagi asik hotspotan sama Fitri, Andy, dan gerombolan Charlie’s Angel (Evhy, Iin, Hesi :p), tiba-tiba aja dia ngajakin buat ikutan gabung di suatu komunitas yang dia jelasin panjang lebar, “Ini bukan UKM, bukan juga LSM..” begitu tandasnya.. “Ini memang tidak bersifat komersil, tapi bayaran kalian jika ikhlas adalah amal baik yang dicatat oleh Malaikat..” Wow.. dan setelah mendengar penuturan dia tentang komunitas ini, saya tertarik sekali.. ini seperti mimpi saya, YA.. tentang mimpi saya yang bisa mempunyai FREE SCHOOL di kemudian hari, mungkin ini bisa jadi bentuk latihannya hehhe..

So..
What’s the community that u talking about, Din??
“SATOE ATAP”, that’s the name.. disini, kita mengurusi anak-anak jalanan yang memang butuh perhatian dari kita.. mengajar mereka tentang segalanya, kehidupan.. pelajaran-pelajaran sekolah.. agama.. menyanyi.. bekerja.. dan lain-lain.. intinya, kita tidak boleh menurunkan semangat mereka, tekad dan mimpi mereka harus tetap teguh supaya mereka bisa tumbuh menjadi anak-anak yang baik dan tidak begajulan..

Ada dua tempat mangkal kami ketika bertemu mereka, di Seroja (deketnya Admiral) dan di Tanggul.. disitu memang banyak orang-orang yang tidak mampu.. anak-anak jalanannya juga banyak.. Aiiih.. mereka lucu-lucu ^^ Saya suka banget kalau liat mereka ketawa.. apalagi si Caroline sama Sandy.. Mereka masih kecil-kecil, ada yang sudah sekolah ada yang belum.. semuanya lucu-lucu.. emang sih ada yang nakal-nakal tapi wajarlah, anak kecil mana sih yang gg punya sisi nakal?? Hehhe.. mereka macem-macem, ada yang bakatnya nyanyi, ada yang pinter matematik, ada yang suka belajar bahasa inggris, ada yang sukanya cuman maen dan digendong kaya Caroline hahha.. jadi kangen sama dia ih.. ketawanya dia itu lho.. 

Selain anak-anak Sastra, di komunitas ini juga banyak anak-anak dari Fakultas lain lho.. (yang dibawah semua setahu saya), kaya dari FH, FE, FISIP.. bahkan yang udah lulus juga ada lho.. So guys, buat kalian yang punya minat pengen bantu dan menyumbangkan tenaga, pikiran, dan semangat kalian untuk anak-anak jalanan itu, lets join with us!! Kita biasa ngumpul Selasa sama Kamis sore (atau hari lainnya juga sah-sah aja kalau mau dateng) di Seroja atau Tanggul.. dari jam 4 sampai buka puasa kalau pas hari-hari Ramadhan ini.. untuk hari2 biasa saya kurang tahu karena saya baru gabung ya pas puasa ini hehhe.. tapi paling juga sore kok ngumpulnya.. pokoknya asik deh disini.. saya ngerasa senengg banget bisa kumpul bareng mereka.. thanks Iqbal for introducing me this community..  Juga buat si Monyet yang selalu ngajakin buat dateng ke Seroja.. U’re rock!! :p

PS. Ngomong2 soal komunitas, entah kenapa saya mulai bosan dengan komunitas film saya.. Humm.. entah kenapa.. x( pengen gabung ke komunitas fotografi nih..  Ah.. komunitas.. bukannya beberapa minggu lalu kamu bilang TIDAK INGIN TERIKAT OLEH KOMUNITAS APAPUN, DIN?? Hehhe.. Arrrghh entahlah!!

For more info of SATOE ATAP:
email&FS: satoeatap@yahoo.com
http://satoeatap.blogspot.com

Monday, July 21, 2008

Mc.Donaldisasi Pendidikan!!

Dunia pendidikan Indonesia memang tak pernah habis dari polemik demi polemik yang terus bermunculan. Mulai dari masalah gaji guru lah, bangunan sekolah yang tidak layak lah.. hingga ke masalah biaya masuk Universitas yang mulai tidak wajar. Apakah ini komersialisasi pendidikan?

Dewasa ini, universitas-universitas negeri mulai membuka jalur-jalur khusus masuk universitas. Di UGM kita menyebutnya Ujian Masuk (UM), UNDIP memiliki Ujian Mandiri (UM) yang sekarang bahkan dua tahap (UM I dan UM II), ITB memiliki Ujian Saringan Masuk (USM), dan masih banyak lagi.

Semua itu bermula sejak terbit Peraturan Pemerintah Nomor 153 Tahun 2000, yang isinya memberi keluasan penuh kepada UGM, ITB, UI, dan beberapa Universitas negeri lainnya untuk mengelola diri sendiri, termasuk menggali sumber keuangan. Statusnya pun diubah jadi badan hukum milik negara (BHMN). Pendeknya, dunia pendidikan kita memasuki era baru: pendidikan sebagai bisnis dimana Universitas sebagai produsen dan mahasiswa sebagai konsumen. Universitas kini bersiap untuk menjadi badan usaha dan beroperasi layaknya perusahaan. Dengan berubah watak sebagai badan usaha, universitas memang akan lebih mandiri. Mereka harus hidup dengan kaki sendiri, bukannya menadahkan tangan dari subsidi pemerintah. Tuntutan kemandirian itu menuntut universitas, seperti bentuk-bentuk usaha lain, untuk mengedepankan profesionalitas dan efisiensi. Universitas dituntut meningkatkan mutu layanan pendidikan jika ingin "laku" dan "untung". Universitas kini jauh lagi dari filosofi awalnya sebagai tempat untuk menimba ilmu berubah menjadi tempat untuk jual beli pendidikan dengan saling berlomba siapa yang paling tinggi bayarnya boleh masuk.. Lantas bagaimana nasib yang “kalah bersaing”?


Ya itulah nasib mereka, seperti kata Eko Prasetyo bahwa “TIDAK ADA SEKOLAH MURAH”, Maka “ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH”. Ironis memang ketika melihat banyak fakta orang-orang pintar tapi miskin yang akhirnya terpaksa “kalah bersaing” dengan orang-orang kaya tapi bodoh. Sebenarnya untuk apa Universitas didirikan? Bukankah untuk mencetak generasi masa depan yang dapat diandalkan untuk memajukan Indonesia di bidangnya masing-masing? Tetapi dengan komersialisasi pendidikan seperti ini, apa sebenarnya tujuan Universitas sekarang? Ingin berlomba-lomba mengeruk uang sebanyak-banyaknya dari para mahasiswanya? Ironis! Beginilah tidak enaknya menjadi bangsa Indonesia.


Heru Nugroho, sosiolog UGM, mengatakan bahwa sekarang telah terjadi apa yang disebut "McDonaldisasi pendidikan tinggi" di Tanah Air: model restoran McDonald's yang bekerja dengan empat prinsip; kuantifikasi, efisiensi, keterprediksian, dan teknologisasi. McDonaldisasi perguruan tinggi akan menciptakan sangkarnya sendiri: pertumbuhan, kuantifikasi, dan keharusan memproduksi sebanyak mungkin. "Konsep yang awalnya rasional, yakni otonomi kampus, akhirnya berujung irasionalitas, seperti dehumanisasi, terpinggirnya kalangan tak berada, dan penurunan kualitas pendidikan tinggi," Kecenderungan ke arah itu kini kian terang ditonjolkan oleh para pengelola sejumlah universitas negeri kita. Karena itu, pemerintah-mau tak mau- harus mencari jalan tengah antara kedua ekstrem itu.


Karena itu adalah sistem dan kita sebagai rakyat mau tidak mau memang tidak bisa tidak tunduk pada sistem, maka yang bisa kita lakukan mungkin dengan mencari beasiswa sejak dini. Beasiswa ada dimana-dimana jika kita jeli mencari pasti bisa. Pihak Universitas juga biasanya menyediakan banyak beasiswa, terutama UI yang beasiswanya bertebaran. Kemudian dari pihak Universitas harusnya merealisasikan dengan benar subsidi silang dari uang sumbangan masuk mahasiswa lewat jalur-jalur khusus itu kepada mahasiswa yang kurang mampu sehingga penyaluran uang-uang sumbangan tersebut lebih real dan bermanfaat.


Jadi memang benar, sekarang ini bagi kebanyakan Universitas Negeri, rupanya slogannya telah menjadi “Ada harga, ada rupa”. Swastanisasi dan Mc.Donaldisasi Universitas Negeri memang sedang melanda Negara ini.


the photograph

3..2..1...ACTION!!!

3..2..1...ACTION!!!

Bromo.. akhirnya!! Semeruu.. tunggu saiaa!! hehhe..

LOST IN JOURNEY?? hehhe..

kinder von germany

kinder von germany
[kiri-kanan] Ole, Rheinal, Daniel di sebuah taman di Berlin. Ole is Rheinal's best friend in Germany^_^

looking for future^^ *full of imagination*

looking for future^^ *full of imagination*

hahha just paper o' mine^_^

hahha just paper o' mine^_^

i am the star *hahha=p*

i am the star *hahha=p*