Showing posts with label kids^_^. Show all posts
Showing posts with label kids^_^. Show all posts

Monday, July 14, 2008

"Rafly kok gag boleh nggambar, Bu.."


RAFLY LAGI BERGAYA..



Tiba-tiba Ibu ngomong sama Rafly agak membentak, “Pokoknya kalau buku-bukumu ini nanti kamu gambar-gambarin, tak bakarin lho, Fi!!” ...


Saya yang denger bentakan Ibu ke Rafly lalu mendekati mereka, saya bertanya sama Ibu sebenarnya ada apa.. Ibu pun menjelaskan kalau buku-buku tulis si Rafly –adek saya- penuh semua dengan gambar-gambar tangan dia sendiri.. bahkan kata Ibu, setengah dari isi bukunya itu semuanya berisi gambar-gambar coretan dia.. Ibu pun marah karena buku pelajaran bukannya dibuat mencatat yang rapi tapi malah dicoret-coret “nggak berguna” gitu, kata Ibu.. Rafly lesu mendengar bentakan Ibu tadi.. saya lalu melihat Rafly kasihan dan menengahi,


Rafly kalau pengen nggambar ya jangan dilarang Bu.. kasihan.. Siapa tahu emang bakatnya disitu.. tapi Rafly juga jangan nggambar sembarangan di buku tulis.. nnati tak beliin notebook polos.. itu dibawa terus di dalem tas ke sekolah jadi kalau pas pengen nggambar, nggambarnya disitu aja.. OK??” Setelah diomongin panjang lebar, akhirnya dia mau juga.. jadi besok saya akan kasih dia notebook polos itu –dia minta yang gede.. katanya kalau kecil, dia susah kalau mau gambar naga favoritnya yang katanya harus gede.. hehhe ada ada aja.. =’)


Malamnya, saya ngintipin gambar-gambar dia di buku tulisnya yang emang buanyaaaak bangetttt!!!! Hahha.. makanya Ibu marah-marah =’p gambarnya kebanyakan superhero.. dengan beragam kekuatan supernya.. dikasih nama sama dia.. ada gambar-gambar naruto juga.. dan hahha.. ada gambar naga yang tadi diomongin dia.. lucu banget gambar naga nyembur api ini.. Saya yang ngelihat sama Bapak ketawa.. untung si Rafly udah molor.. hohho..


Anyway, ngayal bentar yuu..

Besok kalau saya punya anak, saya gg akan maksa dia buat jadi seperti apa, saya akan bebasin dia mau jadi seperti apa, pengen melakukan apapun (asal masih dalam tahap yang wajar dan sesuai ajaran agama hohho =’p

Semoga aja suami saya nanti bukan orang yang suka ngatur anak saya harus begini begini dan begitu.. saya pengen anak saya tumbuh dengan bebas dan bisa menentukan arahnya sendiri ingin tumbuh seperti apa (tentunya dalam garis positif) karena saya yakin, jika dia bisa menentukan pilihan-pilihan, memecahkan masalah2, menghadapi kehidupan dengan caranya sendiri sedari kecil.. dia akan tumbuh menjadi anak yang mandiri dan berani menghadapi kenyataan kehidupan yang terkadang pahit.. tapi seperti kopi, sepahit-pahitnya masih bisa menjadi nikmat bila kita menikmatinya =’)

Ah.. lulus kuliah saja belum mikir punya anak Din!! Hahha.. =’p

Thursday, August 23, 2007

merah itu cantik^_^






Yap! Merah itu cantik ;) lihatin deh gadis-gadis kecil berkostum merah itu, ih, bikin gemes aja ngeliatnya, apalagi pas motret, ugh...pada centil-centil gitu, hehe

Hari itu Marsha, my l'il sister bersama 4 temannya mengikuti lomba nari se-Kabupaten Kudus, tempatnya di UPTD Jl. Ganesha. Karena aku juga lagi free, jadilah sudah aku dikontrak sebagai tukang foto mereka, hehe

kasiannya, mereka itu dapat nomor urut 62!!! tahu nggak sih, itu nomor urut terakhir!!! huhuhuT_T alhasil, make up yang awalnya udah begitu tebelnya nempel di muka2 lucu mereka jadi belepotan sana-sini, hehe, untungnya ibu bawa kotak make up buat jaga-jaga dan ternyata memang digunakan, hehe, begitu nomor sudah sampai 50-an barulah mereka dipoles lagi>>mau-maunya yah?hehe:p

Segitu ajah ya. Ohya, sayangnya 5gadis cilik itu engga menang, ah tapi gak apa, yang penting udah berani nari aja udah yahud, hehe.


Ada yang aku iri lagi dari makhluk bernama anak-anak ini, tahu ngga sih, mereka itu sama sekali gak ada perasaan deg-degan, takut, demam panggung, dll. Bahkan mereka gak berpikir bahwa ini sebuah kompetisi! Tidak seperti kita yang ketika akan mengikuti kompetisi apalah misalnya, pasti ada perasaan-perasaan wajar yang biasa dirasakan. Tetapi tidak untuk anak-anak, mereka menjadikan kompetisi ini sebagai sebuah permainan. Gelak tawa mereka yang tanpa beban sebelum maupun sesudah tampil semakin membuatku iri.

ah, aku pengen jadi anak-anak lagi :)

Saturday, July 21, 2007

the crying kid [catatan lama]

Pukul 00:29,

Aku baru saja selesai menonton Indonesian Idol musim ke-4 ini dengan 4 finalis tersisa: Rini, Sarah, Gaby, dan Wilson.

Hah? Lu nonton Indonesian Idol? Bukannya tahun ini kayanya udah mule jelek, biasa, ngebosenin bin gak mutu tuh?!

Hehe…iya sih awalnya aku sempat berpikiran begitu, semuanya STD-BGT [standar bangettt] dan cuman buang waktu buat nonton mereka! Tapi ternyata hati ini ingkar:p suatu malam tanpa acara TV yang menarik sedangkan aku sedang tidak ingin doing sumthin selain menonton televisi dan hanya acara di RCTI itu yang paling layak untuk ditonton, lagipula menghibur!

Dan ternyata aku pun menikmati mereka yang semula aku kasih label jelek-jelek tadi:p

Aku pun menemukan sisi lain dari sebuah kompetisi ini malam ini, ketika ternyata aku mengetahui si sarah ini single parent berputra satu, ah ya, sayan namanya, putranya yang lucuuu banget itu bernama sayan.

Dari awal kompetisi aku memperhatikan anak ini ketika kamera men-shoot dia, begitu si ibu menyanyi, anak ini pun begitu gembira sekali, entah apa yang dirasakan sebenarnya tetapi belum pernah aku menemukan kids yang bermuka dua dan ini juga terlihat pada anak kecil usia [mungkin sekitar] 9 tahunan. Dia menunjukkan ekspresi yang begitu bahagia, bangga melihat sang ibu bisa bernyanyi di depan banyak orang sementara ibu ini adalah ibu yang selama ini merawat, menyanyangi dan menjaganya.

Anak kecil memang begitu polos, begitu juga dengan sayan. Apapun yang ditanyakan si Daniel atau Ata [the host], dijawabnya dengan jujur tanpa sedikitpun ingin merekayasa.

Dan ternyata ini jadi 'hadiah' untukku malam ini bisa melihat hal lain dari Sayan. Aku tak ingin berpanjang-panjang [seperti si Daniel ma Ata yang selalu mengulur pengumuman eliminasi –bikin bete aja tau ga seh!-

Yeah…bagi kalian yang menonton acara ini mungkin tahu jika di babak ini si ibu ini harus berhenti menuju babak selanjutnya, big three. Sarah harus pulang sementara Wilson yang ada di bottom tidak aman bersama sarah justru aman –padahal aku tidak suka sama dia [din, lu kok jadi kebawa emosi reality show gini seh! Eh? Hehe:p]-

Kalian tahu begitu Daniel ma Ata kasih pengumuman ini dengan lantang, bahwa sarah harus pulang, kamera langsung mengarah ke Sayan –typical! Sudah bisa ditebak;p- dan inilah hadiah yang aku maksud, Sayan sesenggukan tak keruan, menangis berurai air mata dalam pelukan neneknya, ibu sarah. Ah- sungguh pemandangan yang indah sekaligus menyesakkan –meskipun mungkin suatu saat lebih sering aku mengata-ngatai adegan seperti ini begitu didramatisir!- tetapi entah kenapa malam ini aku tidak mengata-ngatai si Sayan, ah…terlalu tak tega diriku untuk melakukannya pada anak kecil ini : )

Si Sarah pun mengatakan maafnya untuk keluarganya, ibunya dan si Sayan ini. Sayan pun semakin sesenggukan. Yang membuat aku heran justru pemandangan di sebelahku, ibuku yang malam ini juga ikut melihat tiba-tiba mengikuti adegan Sayan, menangis! Waduh…RCTI emang keren bisa bikin orang pada nangis! Aku pun jadi berpikir mungkin inilah nurani seorang ibu –atau bisa juga seorang wanita- yang mungkin mereka akan ikut merasakan apa yang dirasakan oleh seorang anak kecil ini, apalagi melihat anak ini hanya tumbuh bersama seorang ibunya sedangkan ayahnya entah kemana –ini bukan acara gossip-gosipan yang ngebicarain rumah tangga orang loh!:p-

Sayan, anak ini kemudian dinaikkan ke stage oleh tim kreatif RCTI dan memeluk sang ibu erat, ah- apakah dia ingin menangis di pelukan sang ibu atau dia ingin melindungi ibunya dengan memeluknya dan seolah berkata: "Ma, tenang Ma, gak papa." Tapi yang aku [mungkin] mengerti, seorang anak sepolos inilah yang [mungkin] membuat seorang ibu kemudian ingin berjuang mati-matian hanya demi melihat si anak tersenyum bahagia, seorang anak sepolos inilah yang [mungkin] membuat seorang ibu kemudian menjadi begitu tegar dan tanpa rasa takut menghadapi kerasnya kehidupan.

Seorang ibu akan rela berjuang untuk hidup mati mengerahkan segalanya.
Yea…hanya demi melihat anak sepolos ini tersenyum,
Tersenyum bahagia…

Ah-
Aku tak juga berhenti mengagumi makhluk ajaib bernama anak-anak ini : )

the photograph

3..2..1...ACTION!!!

3..2..1...ACTION!!!

Bromo.. akhirnya!! Semeruu.. tunggu saiaa!! hehhe..

LOST IN JOURNEY?? hehhe..

kinder von germany

kinder von germany
[kiri-kanan] Ole, Rheinal, Daniel di sebuah taman di Berlin. Ole is Rheinal's best friend in Germany^_^

looking for future^^ *full of imagination*

looking for future^^ *full of imagination*

hahha just paper o' mine^_^

hahha just paper o' mine^_^

i am the star *hahha=p*

i am the star *hahha=p*