Showing posts with label feeling^_^. Show all posts
Showing posts with label feeling^_^. Show all posts

Sunday, October 3, 2010

Cerita Sedikit Dibalik Proses Pembuatan Pre-Thesis

Hello World,
Been a long time I didn't update my blog. Now, I feel like I really want to share this feeling :)

Seminggu lagi kira-kira adalah deadline pengumpulan Pre-Thesis Seminar on American Studies di Fakultas saya dan apa yang sudah saya kerjakan? Diatas kertas belum ada memang tapi Brainstorming dari hari ke hari, ngobrol dengan beberapa orang, dan baca buku yang relevan sudah coba saya lakukan. Hasilnya? Bingung. Itu yang sampai sekarang masih saya rasakan, pertanyaan-pertanyaan seringkali muncul seperti: Topiknya difokusin kemana ya? Sumbernya nanti cari dimana aja ya? Mulai darimana ya? Pake teori apa ya? and bla bla blaaa..

Dan beberapa kali sempat terjawab dari hasil diskusi atau searching lewat om Google tapi kadang kembali bingung lagi. Yah, ternyata seperti inilah rasanya ngerjain Skripsi.. padahal ini belum skripsi, baru Seminarnya! Waduh. Ada temen yang pernah bilang, Kuliah itu gampang kok tapi skripsinya yang susah. Hahaha kadang kalau dipikir-pikir ada benarnya juga, itulah kenapa akhirnya ada pilihan Non-Skripsi di Fakultas saya. Saya tidak pernah berpikir teman2 yang mengambil Non itu tidak bisa mengerjakan skripsi, sebenarnya kalau mereka mau pasti bisa tapi saya pikir mungkin passion mereka bukan untuk Skripsi tapi lebih ke hal-hal yang ditawarkan di Non skripsi seperti Journalism, Public Relation, dll. Softskill yang asik memang sebenarnya. Tapi skripsi bagi saya seperti sebuah puncak dari tantangan yang saya hadapi di game selama saya kuliah ini, dan sebagai orang yang suka mencari tantangan dan berkawan dengan bahaya, saya akhirnya memutuskan memilih untuk Skripsi.

Tema saya di final project mata kuliah Method on Cultural Reseacrh semester kemarin adalah tentang Kelemahan Kebijakan Gov't Amerika dalam menangani kasus Imigran di film Crossing Over. Entah kenapa saya mempunyai passion yang tinggi untuk menguak kelemahan2 Amerika, hehehe. Akan tetapi, setelah saya pikir2 lagi, saya memutuskan tidak lagi meneruskan tema itu karena saya mulai jenuh dengan mengangkat Literatur sebagai objek untuk diteliti. Saya ingin mencoba rasa yang lain dan saya menemukan rasa kopi Amerika yang baunya hingga ke Semarang juga akhirnya: Starbucks Coffee!

Saya ingin mengangkat tentang Pop Culture, pernah sih dapet kuliahnya di Semester 3 dulu sama Mr. Moore dan sekarang sedang mencoba mengontak beliau via email untuk sharing ide. Lalu saya memutuskan memilih Starbucks karena belum ada setahun ini, baru dibuka gerai baru Starbucks di Semarang (Paragon Mall) dan ini memudahkan saya untuk melakukan survei serta penelitian langsung di TKP memakai konsep Ethnography atau penelitian langsung ke lapangan, mengikuti aktifitas orang2nya, dll. Kenapa tidak McD, KFC, atau yang lain? Karena saya pikir Starbucks cukup unik, jika McD dan KFC mengadaptasi apa yang dikonsumsi masy.lokal, Starbucks tetap memilih untuk mempertahankan keasliannya seperti yang dijual di U.S. Sebagai contohnya saja, kita bisa menemukan Nasi di McD Citraland Semarang tetapi kita ga akan bisa menemukan itu di U.S karena mereka beradaptasi dengan lidah masyarakat Indonesia supaya McD tetap bisa dinikmati sesuai dengan rasa yang biasa dinikmati lidah Indonesia. Starbucks lain, karena kopi yang kita rasakan di Semarang dan Boston misalnya, pasti sama karena mereka menjaga kualitasnya agar tetap sama, bahkan menurut bukunya Rahayu Sekarsassi yang berjudul 'GLOBUCKSISASI', pembersih lantai yang digunakan Starbucks juga diimpor dari Amerika. Wow! Proses inilah yang membuat saya tertarik untuk mengangkat Starbucks menjadi calon Skripsi saya.

Globalisation, Celebratory Approach, dan teori budaya populer lainnya yang sedang coba saya cari dan kumpulkan untuk mendukung thesis saya nanti yang semoga saja disetujui oleh Dosen Pembimbing. Kalau temen-temen pernah lihat buku atau apapun tentang ini tolong segera kabari saya yah, that would be very helpful :)

Ohya, brainstorming tema skripsi memang sepertinya perlu ya sering2 kita lakukan, ide yang sempat terlontar dari Mas Yoga untuk bikin Thesis Club sepertinya asik tuh..kita bisa kopi darat dimanaaa gitu buat ngumpul atau secara Online. Hohoho.

Doakan saya dan semua teman-teman yang sedang memulai perjuangan puncak untuk bisa menyelesaikan game ini yah.. Doakan semoga proses perjuangan ini membuahkan hasil yang luarbiasa dan berguna bagi kita semua! Amin.

Dreams,faith,fight!

Saturday, February 27, 2010

From UNDIP To Harvard (Report for Faculty)


all Indonesian Delegates.


B O S T O N .


megang kakinya John Harvard, katanya bisa ketrima di Harvard, amin :)


in front of the venue


libertyyyyy!!!


It was fun and unforgettable to be one of the ‘Harvard National Model United Nations’ (HNMUN) delegates. Although we were not get any awards because this is the first time for us but being a delegate for Diponegoro University (UNDIP) and even Indonesia was a great experience. Moreover, this is the first time for me going aboard while join the world event, and it is in the United States. Here, I would share to all of the people about my experience there, both the conference and other memorable activities. If you are UNDIP students, prepare yourself to join the selection next year because HNMUN is a great chance to develop your skill and personality.

SQ Airlines brought us from Indonesia to Singapore. We were 15 people together with Mr. Sapto as a faculty advisor ready to face the conference in February 11-14 2010. The journey spent about 23 hours and we transit to some airport such as Changi Airport, Singapore – Narita, Tokyo – St Paul, Minneapolis – Logan, Boston. Our flight was also change from SQ Airlines moved to Delta Airlines in the Narita, Tokyo. We met Padjadjaran University delegates in the flight so we just start the conversation with them during the journey. Since this is the first time for UNDIP join HNMUN 2010 so we can ask some questions to other universities in Indonesia which have joined this event couple years ago such as Padjadjaran University.

After the long journey, here we stand in the Logan Airport, Boston. It was very late in the night and finally we found the shuttle bus which brought us to Radisson Hotel. The HNMUN conference actually held in the Park Plaza Hotel but we stayed across the Park Plaza and we have to walked from the hotel to the venue. That’s quite difficult in the first time since the weather was winter and snowy.

During the conference, we were separated into different committee. We joined 9 committee this year. Disarmament and International Security committee was filled by Buna (Engineering) and Yoga (Humanities). Social Cultural and Humanitarian was filled by me (Dini) and Cresti (Humanities). Legal Committee was filled by Anindya Nastiti (Law) and Rizky Febrianto (Medical). Economic and Crisis was filled by Resha and Rizky Yulianisa (Economic). SPECPOL committee was filled by Ary (Social&Politics) and Ardhy (Humanities). World Conference on Women was filled by Satrio (Law). Economic for Latin America&Carribean was filled by Nadya (Engineering). Social Development was filled by Echo (Engineering) and Narottama (Medical). And the last but not least, Historical General Assembly committee was filled by Achmat (Humanities).

In my committee, we were talked about the ‘Ending World Hunger’. We discussed many things related to the topic then we made the working paper with our alliance. Since UNDIP was represented Paraguay therefore most of our alliance were the Latin America countries. All we have to do in the HNMUN is like other Model United Nations. We did many things to do about International Relations such as negotiation, expand alliance, work together to create resolution related to the problem, etc. Since this is the first time for us, therefore we didn’t work as great as other delegates who have many experiences about Model UN. Actually, Model UN is very popular in the western culture. It is like the popular competition which held not only by Harvard but also other universities. Therefore, after this event, Indonesian delegates from 6 university (UNDIP, UI, ITB, UNPAD, UGM, UNPAR) desire to create Model UN competition and want to promote the Model UN from senior high school. We consider that Model UN able to create a great leader for this nations and also for the world.

After the 4 days conference, it is time to us to explore the city. Boston was a nice city. We went to Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Downtown Crossing, Public Garden, Quincy Market, etc. In the February 16, we got a dinner invitation from the Kon Jen RI (KJRI) in New York therefore we took a bus from Boston-New York. New York is quite crowded than Boston. We went to Statue of Liberty, Times Square, and KJRI in the night. We gathered with all of Indonesian delegates in the KJRI. They were all nice and great persons and it was very great opportunity to meet all of them in this nice event. We sang Indonesian song together in KJRI and talked so many things. This is a great chance to expand the networking therefore someday if we want to work in the Embassy of Indonesia, we can contact them. The winter outside was very terrible but the dinner inside was very warm and amazing. We will not forget all of those moments and someday hopefully we can come back to these nice places.

After spent 10 days in Boston and New York, February 18th 2010 was the time to go home. We took the same way as before but with different feeling. Now we have something useful to share and by experiencing Harvard National Model United Nations, it is expanding our horizon and enlarges our knowledge and mind. Next year, UNDIP delegates must perform better than us. Since UNDIP wants to be an International University and an Excellent Research University, it is very useful to attend and send delegates for such kind of event like this. For me, this is very great opportunity in my life to join the Harvard National Model United Nations. Meet a lot of great people in the whole world, share ideas with them, negotiate each other to find the best solution for the world problem are very useful to improve our personal development to make a better future. Thank you for give me a chance to join this great event with other 14 great delegates from UNDIP. Thank you for making my dream comes true, flight from UNDIP to Harvard.

Wednesday, November 18, 2009

Coffee and Me :)

Just like hot coffee,

my life is brown, neither white nor black.

And don’t forget,
the warm and fragrance turn into the
spirit.


L I [F] E. A Short Story.

Well, this one is the short story assignment for CREATIVE WRITING class.
This class really courage the student to produce their own masterpiece and wow!
I just realize that all of my friends have the great capacity of writing and they are all impress me with their work. Then, let's show to that master that we're all can be the better student from now in the next year!

Enjoy the story and let me know if you have any comments, I really appreciate it guys! :)
See you in the next masterpiece! :)



L I [F] E

Do you ever like breaking down? Do you ever feel out of place? Like somehow you just don’t belong, and no one understands you. Do you ever wanna runaway? Do you lock yourself in your room? With the radio turn on turned up so loud, That no one hears you screaming. No you don’t know what is like.. When nothing’s feels all right. You don’t know what it’s like, to be like me. ~ Simple Plan – Welcome to my life.

Rale plays that song in his café continuously while making the coffee that ordered by some couple of people. Tonight, that feeling comes again to his heart and stay, like a tattoo in his heart. He, again, questioning the meaning of life, why God must give him a life if God just want to send him to the hell. Rale knows that he’s wrong, he did something terrible, horrible. But he also thinks that this is what the God want. God just want to send him to the hell, together with all the people inside this FLIE’S KAFE.

“Oh baby.. What’s wrong with you?” this man’s sound so strong but sexy. He comes closer to Rale’s favorite place when he makes coffee.

“Hmm..?” Rale is still working on his coffee.

“Are you sick?” the man touch his forehead slowly and continue to stroke his hair, Rale touch that man’s hand and see his eyes,

“I always sick.. Sick of you, Keyvan..”

“No, baby.. I mean, the song that you play, the coffee that you made.. Some people ask me what happen with you.. Daniel and Sammie order Rale’s coffee but they said u make it too strong. They taste just like horrible tubruk. So, what’s your problem, My Rale?” Keyvan said slowly, never think to investigate Rale. He wants to know is there anything wrong with his lovely.

“Oh damn it! I knew I should not work tonight! But I still press my own self to make a good coffee just like the same. I knew that my feeling influence my coffee taste. I knew babe.. But I still work tonight! Oh damn!” Rale beat the table in front of him and start to cry.. Keyvan touch his face.

“See.. I know you’re sick, your heart.. There is something happen there, dear..”

“My heart’s always sick, sick of you, Keyvan. Believe me, I’m okay. I just tired, tired with this life!” Rale lied. Keyvan know it.

“Hh.. Okay then stop working. Let’s have some fun tonight!”

“I know you always know me better than everyone, babe..” Rale hug Keyvan. This is not the strange view in Flie’s Kafe. Everyone free to do anything with their partner. Daniel and Sammie are the example of Rale’s best client. Both of them are gay while Rale and Keyvan are about a year having a relationship.

-L I [F] E-

Do you wanna be somebody else? Are you sick of feeling so left out? Are you desperate to find something more? Before your life is over. Are you stuck inside a world you hate? Are you sick of everyone around? With their big fake smiles and stupid lies while deep inside you’re bleeding.. No you don’t know what its like, When nothing’s feels all right, you don’t know what its like, to be like me…… welcome to my life! ~ Simple Plan – Welcome to my life.

Rale plays that song in his car continuously while muse outside the window.

“Honey, are you okay?” this girl’s sound is as beautiful as her face.

“Huh? I’m sorry.” Rale wakes up from his fancies. Try to look at his girl sweetly. “I’m sorry. I’m fine, really.”

“You always play that song since the first time you pick me up with your car. Then you stop talking to me. Is that fine?”

“Shanty honey.. Believe me, I’m fine. I just tired.” Rale smile sweetly to her. Try hard to hide his lie.

“I’m not sure. Something happen with Flie’s?” She asked Rale, try to find something wrong by seeing his eyes deeply.

“Nope. Everything’s just fine. Hey.. What about your day? Do you want some coffee this evening? Hmm?”

“Hmm.. Everything’s just great! I’ve done with that assignment. No more awake in the night! Then you and your coffee.. Complete me!” Shanty tells Rale a lot of story and it’s entertain Rale a bit.

This is what Rale love from Shanty. She always makes Rale happy and smile loudly by her story and joke. This is what makes Rale can’t stop loving her even though Keyvan always ask him to end his relationship with Shanty but Rale can’t do it. It will hurt Shanty deeply and he doesn’t want to hurt her heart. Keyvan try to understand Rale, he know Rale is such a heterosexual while Keyvan is only love a man. Then actually, Rale find Shanty first before Keyvan and before they make a relationship, Rale let Keyvan know that he already has a girlfriend and that’s not a big deal for Keyvan. But now.. Everything’s flow more complicated. Rale know when everybody said he’s wrong, Rale know he should choose his way of life. But He doesn’t care what the people said. He enjoy this lie. He believes that everyone has their own right to life and this is what he called Rale’s life.

-L I [F] E-

Flie’s Kafe crowded in this Friday night. The boss sit in his favorite chair, it is in the corner of this café. Some baristas busy to make some coffee order. Sade sings Kiss of Life through the music player. The boss enjoy the music. He intentionally plays many songs that have the word ‘life’ in the title. Something wrong with him lately, it is still tattooed in his mind, life.. life.. and life.

Rale’s coffee! Three cups!” Ghandi, one of the barista said to Rale. Rale is still busy with his mobile phone, updating his twitter and facebook account. You can guess it, he has two accounts. For Rale’s life with Keyvan and friends then another one is for his life with Shanty and friends. That’s sometime makes him spent lot of times with that. You know, updating two accounts.

“Boss! Wake up!” Ghandi scream to him louder. Rale is a good boss, he never make a gap with his worker. That makes Ghandi and other baristas enjoy working here.

“Yes?” Rale wakes up from his virtual life. Look at Ghandi questioning what he should do. Ghandi smile first,

“Three cups, my boss..”

“Three cups of..? What?” Ghandi knit his forehead. Everybody knows the answer of that silly question.

“Oh.. Sorry, Ghandi. How stupid I am!” Yes, Rale only make Rale’s coffee. The order like cappuccino, frappuccino, and other general coffee are made by other barista. But Rale’s coffee.. It’s only in Rale’s hand.

“Something wrong with you, Man.. Shanty or Keyvan problem?”

“Nope. I’m fine. Thanks, Ghandi..” Rale try to hide that feeling again, nobody knows what happen with him.

After making the three cups of Rale’s coffee, he enters his private room inside this café. He got confused with what this life’s bring him to this situation. Even when he knows it’s wrong, he can’t do anything to fix that and he enjoy that. Having Shanty’s life and Keyvan’s life are interesting and he got the sensation of life in both of them. Slowly he writes the word ‘L I F E’ in his note. Then he circles the ‘F’ and add the ‘u’, ‘c’, and ‘k’ after F. He’s angry, angry to this life. Why this things happen to him. Rale only can cry. He just like a bird that lost his mom. He doesn’t know what to do except cry and continue circle the F until the paper broken. Then he throw it away, away from him. It’s not so easy to be a hetero. It’s not so easy to facing Rale’s life.

-L I [F] E-

“So you can accompany me today, Dhasia?” Today’s Rale’s birthday. Shanty has a big plan for his lovely one.

“Absolutely, Shantyyy!! I don’t want to miss your beautiful moment today and really, I’m so curious of Rale’s expression tonight! He’s so lucky having you, my friend..”

“No.. I’m that lucky girl.” Shanty smile sweetly. Suddenly she miss Rale so much.

“Okay. Let’s start the show!” Dhasia then drive the car and Shanty sit beside her.

-L I [F] E-

“Okay, Ghandi.. This is Rale’s big day. I just want you to make sure that today, Flie’s only mine and Rale.”

“Okay, man! I’ll handle it. Hopefully it will change Rale become the ordinary him. He’s so weird lately.”

“I know, I know it, Ghandi.. Even I don’t know what happen with him..”

-L I [F] E-

Shanty follow Rale wherever he go today. Dhasia drive the car while Shanty brings her video camera, she shoot Rale and collect some comments for his birthday greetings from Rale’s friend. Shanty starts this from Rale’s apartment. She also collect some comments from Rale’s neighbor in apartment and keep it in her video camera. Then, whenever Rale go today, Shanty always follow him. Sometime, she just want to out from the car and meet him when Rale text Shanty a message and call her. She know Rale miss her so much, so many times he ask where Shanty is, when can Rale meet her today, and what she doing right now.

“Easy, Shanty.. It’s just about one hour to go. See.. Now he’ll go to Flie’s.” Dhasia follow the way that Rale chose. Dhasia know this is the way to Flie’s Kafe. Shanty sometime invites Dhasia to Flie’s Kafe. And this is always become the hard time for Rale when Shanty comes to Flie’s. He must make sure that Keyvan can’t go to the Flie’s at the same night with Shanty. That will be horrible. And Keyvan always understand that. That’s what makes Rale really love Keyvan so much.

“Okay. Here we go, Dhasia.. You can park the car far enough from his café?”

“I will, princess.” Then they walk to the café and start the last show.

-L I [F] E-

Rale enters his lovely café and he just got shocked with what happened inside.

“SURPRISE!!!!!” He sees Keyvan so cool tonight. He see Ghandi and other baristas, he see some of his best client, and he see big brown tart in the center of Flie’s which smell the fragrance of coffee. He see his watch for a while, 08.08 PM. Beautiful number but the beautiful one.. He can’t find where she is along the day. He just miss his Shanty so much.

Keyvan move closer to him while bringing two cups of coffee. Rale’s speechless. He know this surely Keyvan’s idea.

“You know I love you, babe..” Rale speak slowly close to Keyvan’s left ear.

“And you know I love you more, baby.. This, call it Keyvan’s coffee! Cheers, for our relationship!” Rale smile to Keyvan.

-L I [F] E-

Shanty crash her video camera. She doesn’t know what should she do right now. She just crying and can’t believe what already she saw. Dhasia want to come in to Flie’s but Shanty ban her. Dhasia still want to do what exactly she has to do as Shanty’s friend.

“Rale! How dare you! How dare you do this with Shanty!!” Dhasia scream aloud while enters the café. All eyes looking at Dhasia.

“Dhasia? Shanty???” Rale shocks for the second time. He sees her lovely girl beside Dhasia. She’s crying.

“Shanty.. Honey.. What do you do here? I’m looking at you along the day you know..” Rale come closer to Shanty and touch her face. Try to stroke her cry but Shanty move his hand.

“I can’t believe you did it to me, Rale.. Why didn’t you told me from the first time? What kind of café actually is this?!” Shanty look around Flie’s and only can see a couple of gay, lesbian, and other strange people. She runaway from Rale’s face and Dhasia follow her.

“Shanty!!!!” Rale try to catch her but Keyvan stop him.

“Babe.. I know this thing will happen and tonight is the day.. It’s time to face the truth. No more lie..” Keyvan try to chill him.

“No Keyvan.. Not tonight and not this way. Damn it, I broke it in my birthday! This is not what should happen!!!” Rale screams. He’s angry, angry with this life and he’s tired, tired to hide the truth.

He goes to his private room, search his note. He find his note when he wrote F L I E ’S K A F E. He remembered the time when he was trying to find the name for this café and he got that name. He got it by arrange the words, actually that’s not the real name for this café. The real arrangement words for that is: L I F E ‘S F A K E. He always believes that his life is only a fake. Life is only the stage of drama and all of his life is a lie. He believes that before God create the word life, God maybe thinking about the word lie and to hide that fact and truth, God add ‘F’ between lie. That’s smart. But for Rale, the F is just stand for FAKE!

Rale locks the room and crying inside while raining outside. Keyvan screams and knocks the door continuously. The music player in Shanty’s car play Simple Plan song: Welcome to my life. Rale texts a message to Shanty: Welcome to my li(f)e, shanty honey. I’m terribly sorry. Love you always. -R-

"D U [K] A". A short story by me.

This is the short story that lead me become the 1st winner of 'LOMBA CIPTA SASTRA' that held by Faculy of Humanities, Diponegoro University.
Enjoy and let me know what your comments will be!
Keep writing your own story and see you in the next masterpiece! :)

Tambah Gambar


Aku menikmati gandanya kepribadianku. Sebut aku psikopat atau orang gila. Tetapi bagiku, inilah duniaku. Sekali lagi, aku menikmatinya. Sangat.

“Sayang, aku kangen.”

“Aku juga.. tunggu dua hari lagi yahh.. Bandung dingin banget nih sayang..”

“Hmm.. Jogja juga.. ini Awan lagi bikin kopi susu anget, sherlyku mau?”

“Mauuuu! Kirim ke Bandung malam ini ya, sayaaang!”

“Engga mau. Awan maunya sayang pulang..”

“Dua hari lagi, cintaaa! Jangan lupa jemput di Adi Sucipto yaah.. bawa si sasha, kangen..”

“Hahhaha.. sayang kangen sama Awan atau Sasha?”

“Dua-duanya. Kan sayang mirip sama sasha.. lucuuu, sama-sama suka meong-meong malem-malem lagi hahaha..”

“Hahaha.. mau ngomong sama Sasha gag, sayang?

“Mana..mana??” dan begitulah, aku mulai ber-autis-ria dengan Sasha dan Awan. Sasha tuh kucing yang kita pungut di jalan malem-malem, habisnya dia keujanan waktu itu.. aku dan Awan engga tega ngeliatnya. Sejak saat itu, Sasha selalu nomaden boboknya. Kadang di kosku, kadang di kos Awan, kadang di rumah eyangnya Awan. Aku sayang sama Awan. Engga pernah aku nemuin cowok sebaik, perhatian, pinter, lucu, cakepnya engga ngebosenin, dan heran.. polosnya minta ampun! Ini yang bikin aku engga pernah tega ninggalin dia.. dan ini juga yang membuat keadaan ini semakin jauh dari rencana semula. Rencana yang tak akan pernah terealisasi karena aku tak akan sampai hati melukai hatinya. Maka aku pikir, lebih baik aku bertahan dengan semua kepalsuan ini dan menutup rapat-rapat rahasia besar ini. Dia tidak boleh tahu dan aku tak sampai hati membiarkannya tahu.

[ 2 ]

Tapi aku juga cinta Dicky. Lihatlah matanya yang sayup-sayup teduh itu, lingkar matanya yang hitam menjadi kenang-kenangan setiap insomnianya di malam hari untuk lembur kerjaan, dan menyempatkan menelfonku malam-malam yang terkadang hanya untuk mengucapkan empat kata: “Aku sayang kamu, Raa”. Ini malam keduaku bersamanya di Bandung. Besok dia akan mengantarku ke bandara seperti biasanya –sempat-sempatnya dia mencuri waktu untuk mengantarku diantara padatnya agenda Si art director keren ini- dan malam ini, setelah kita menghabiskan malam dengan berkeliling Bandung, seperti biasa aku diculik ke apartemennya. Tidak boleh jauh-jauh darinya. “Kamu selalu hanya tiga hari disini. Jumat hingga Minggu. Jadi apa kamu masih tega jauh-jauh dari aku? Sembuhkan hatiku yang telah mencandu padamu ini, Raa.. Permintaanku mudah, bukan? Bersamamu tiga hari saja.” Itu yang pernah dia katakan padaku dan entah kenapa, tidak pernah bisa aku melupakan kata-kata yang diucapkannya sangat lembut tepat di telingaku dengan nada memohon yang sangat tidak bisa aku tolak. Ya, permintaanmu memang mudah kelihatannya. Hanya tiga hari. Tetapi.. di belahan bumi yang lain, seorang pria juga mempunyai permintaan yang kelihatannya juga mudah: “Sekali-kali habiskan akhir minggumu denganku, sayang.. Cukup tiga hari, Jumat-Minggu. Aku ingin bersamamu tiga hari itu. Sekali-kali saja. Mudah, bukan?”

[ 2 ]

Aku paling benci saat-saat seperti ini. Dicky tak pernah melepaskan genggamannya dari tanganku sejak perjalanan di mobil peugout merahnya dari apartemen hingga di tempat duduk bandara sekarang ini. Bahu kirinya membawa tas berisi kamera Nikon DSLR-nya yang selama tiga hari ini aku berani bertaruh pasti full dengan foto-fotoku dan dia :), tangan kanannya masih tak mau melepaskan tanganku. Matanya terus menatap mataku. Aku tahu, aku tahu sekali matanya berbicara pada mataku, memintaku jangan pergi.. tapi tolong jangan melakukannya seperti itu.. Ini membuat perasaanku tak pernah enak, jantungku dag-dig-dug, nyesek di hati, dan sebentar lagi air mataku pasti akan keluar…

“Hhh..” ok, aku tak sanggup lagi.. akhirnya aku mengusap air mataku yang tumpah perlahan.

“Terimakasih untuk tiga hari yang menyenangkan, Raa sayang..” Dicky kini mencoba tersenyum dan membantuku mengusap air mataku.

“Maaf aku menangis lagi, honey.. padahal momen ini selalu terjadi ya hampir sebulan sekali tapi emang dasar aku cengengnya minta ampun.. huff..”

“Biar cengeng yang penting pacarnya Dicky..” senyumku merekah.

“Hahaha.. Hmm.. Raa sayang Dicky..” aku kini memeluknya, tak tahan lagi aku. Bisa tercium sangat dekat parfum Dicky yang khas, aku membenamkan sejenak diriku di pelukannya, sangat nyaman. Ini yang aku engga pernah bisa rasakan dalam pelukan Awan. Entah kenapa.

“Dicky lebih sayang sama Raa.. Cepetan kesini lagi yah, sayaaang.. aku kecanduan tiga hari bersamamu!” Dicky melepaskan pelukannya dan kini menatap mataku lagi.

“Hehhe.. Dasar bandel.. Udah dikasitahu juga tadi malem, Raa kesini lagi sebulan lagi.. Minggu-minggu ke depan kuliah padet-padetnya sayaang.. tawaran show dua minggu lagi aja Raa tolak, engga berani ngelayap lagi padet gini sayaang.. sabar yaah..”

“Iyaa.. engga usah diulangin lagi.. sebulan lagi yaah.. selingkuh sama Raa yang lain ah!” Dicky ketawa lucuu. Jantungku seolah berhenti berdetak begitu dia menyebut kata ‘selingkuh’. Sakit rasanya.. mengingat aku telah menyelingkuhinya. Tapi..

“Selingkuh aja kalau bisa nemuin Raa yang lain..”

“Hehhe.. engga ada sayangkuuu.. udah aku cari sampai ke ujung dunia tapi engga ada. Jadi terpaksa aku harus bertahan selama sebulan. Hanya untuk menunggu tiga hari bersamamu..”

Dan setelah itu, pesawatku sudah dipanggil-panggil. Dia mengecup keningku lama hingga aku berdiri dan meninggalkan Si art director keren itu. Bisa aku lihat mukanya yang mulai sembab dan dia memberikan senyuman terakhirnya sembari mengusap air mata yang refleks keluar dari matanya. Sampai jumpa satu bulan lagi, Dickyku.. tiba-tiba lagu When Will I See Your Face Again-nya Jamie Scott bernyanyi-nyanyi di kepalaku. Sial. Aku benci saat-saat di bandara seperti ini.

[ 2 ]

Namaku Sara Sherlyana. Itu nama yang selalu aku pakai semenjak aku duduk di bangku TK tetapi kini, menarik, aku juga biasa dipanggil Indie Raa. Menjadi Sherly atau Raa adalah hal yang menarik dan aku kecanduan terhadap hal ini. Bagaimana tidak, ketika aku menjadi Sherly, aku kuliah di Sastra Prancis, usai kuliah aku part time menjaga warnet di dekat kosku di Jogja kalau kejatahan shift siang sehingga bisa dengan gratis bermain di dunia maya seperti sekarang ini, malamnya, Awanku yang kuliah di Teknik Arsitektur ini akan menjemputku dan kita menghabiskan malam berdua dengan hal-hal yang tidak pernah membosankan. Awan memang ajaib! Aku selalu bahagia bersamanya! Daaaan ketika aku menjadi si Raa yang anggun, Raa yang model Bandung tapi lebih sering menghabiskan hari-harinya di Jogja. Raa yang beruntung sekali mempunyai pacar seorang art director sibuk di Bandung yang ganteng, kaya, dan baik hati. Raa yang selalu jadi ratu panggung kalau sudah ber-catwalk-ria di setiap show-nya.. siapa sangka, dia juga seorang penjaga warnet, mahasiswi sastra prancis, dan tidak ada sedikitpun indikasi dalam dirinya yang membuktikan bahwa dia seorang model! Yaa.. mungkin kalian pikir aku jahat sekali mempermainkan kehidupanku dan orang-orang di dalamnya tapi.. aku justru merasa lebih jahat lagi jika meninggalkan salah satu kehidupan dan orang di kehidupan itu, semua ini telah terlanjur terjadi dan memang, aku sendiri yang telah memilih permainan seperti ini. Jadi mengapa tidak aku menjerumuskan diriku semakin dalam saja? Toh, ironisnya, aku sangat menikmati seluruh bagian dari permainan ini. Posted by Sa Raa on 21.00

1 comment by Dewa:

Hmm.. menarik sekali kehidupanmu, Lady.. I’m soooo curious about you! :)

Hei.. aku tidak salah lihat?? Jarang sekali ada orang komen di blog-ku! Dan ini.. sekalinya komen.. ada orang yang tertarik dengan.. kehidupanku? Hmm.. aku pikir orang-orang akan sangat muak padaku, aku justru sudah berpikir jika pun tulisan di blogku kali ini dikomen orang, paling juga komennya mencercaku, menyuruhku untuk bertobat, dsb.. tapi ini?? Hmm..

Comment by Sa Raa:

What? Menarik? Hmm.. then I’m soooo curious about you also, Man! ;)

Comment by Dewa

So both of us soooooooo curious each other.. then why we don’t try to know each other? Long chat via YM (Yahoo Messanger) in the midnight? I supposed you’ll like it! ;p

Hmm.. ini orang langsung ngajak ngobrol via YM aja gitu? Aku malah jadi takut sendiri.. jangan-jangan dia wartawan yang nanti bakal ngorek-ngorek kisah si wanita berkepribadian atau apalah dia menyebutnya.. Aku jadi parno sendiri.. Tapi.. tidakkah kalian juga tertarik dengan tawarannya? Oke mungkin tidak juga. Tapi.. aku sangat penasaran dengan si Dewa misterius ini.. Hmm..

[ 2 ]

“Sherlysayaaang.. dimakan atuh nasinya.. kamu baik-baik aja, kan?” Awan menyentuh keningku, mencoba memastikan apa aku sakit atau tidak. Malam ini kami makan nasi kucing dan wedang jahe di pinggir jalan sambil melihat Jogja dari atas.. kerlap kerlip lampu rumah indah sekali dari sini.. Aku suka tempat seperti ini.. Awan memang ajaib bisa menemukan tempat kayak gini!

“Eh.. engga apa-apa kok Awansayaang.. Sherly capek aja kali yah..” Sial. Aku memikirkan terus ajakan si Dewa misterius itu. Entah kenapa aku punya firasat tentang si Dewa ini, hanya saja aku tak tahu baik atau buruk. Firasat itu semakin kuat. Tapi aku tak bisa menjelaskannya, hanya bisa merasakannya.

“Mungkin gara-gara kamu ngurusin kawinan sodara di Bandung kemarin, sayaang.. makanya jangan sok kuat.. dasar bandel.. dibilangin makan jangan lupa.. kalau udah sibuk gitu kan sayang jadi lupa makan..” Glek. Aku menelan ludah. Maafkan aku sayaaaang.. tak pernah ada kawinan sodara di Bandung, yang ada aku bermesraan dengan pria lain yang aku cintai juga disana, Dickyku sayang.. Ah jadi kangen.. Aduh.. Maaf Awaan.. Maaaaf.. :(

“Iyaaaah.. Siapp baweeel.. Pacarku bawel amat sihh..”

“Pacarku juga bandel banget nih..” dan kami pun bercanda sampai larut.. Awan memang lucu!

[ 2 ]

Beruntung sekali Raa memiliki Dicky. Dicky orang yang super sibuk dengan pekerjaannya. Apalagi kalau lagi banyak klien yang pesen iklan, profil buat perusahannya, katalog, dll yang berhubungan dengan dunia kreatif, Dicky-lah ahlinya! Ya, beruntung.. karena ini membuat kami jarang sms-an atau telfon. Dicky biasanya selalu menghubungiku malam hari, disaat aku selesai beraktifitas, begitu juga kadang dengan dirinya.. tapi kalau dia lagi lembur lain lagi ceritanya. Seperti malam ini. Pas sekali, usai Awan mengantar aku ke kos, lalu aku mandi dan menyalakan laptop, tiba-tiba handphoneku yang khusus untuk Dicky –ya, aku punya 2 handphone tentunya!- berbunyi dan saatnya kami berkangen-kangenan. Dicky selalu mengawali dengan 4 kata tadi: “Aku sayang kamu, Raa”. Hmm.. inilah yang membuatku maish bertahan dengan dua dunia ini. Menjadi Sherly dan Raa. Menjadi mahasiswi penjaga warnet dan model. Aku menikmati keduanya. Apapun komentar kalian. Jika beberapa temanku memilih profesi ganda sebagai model dan ‘model plus plus’ tapi aku tidak pernah berminat dengan yang terakhir. Najis.

[ 2 ]

: akhirnya kamu mau juga menerima tawaranku :)

: yaaah.. kamu juga pasti kecewa kalau aku menolak tawaranmu ;p

: hahahah okee.. kita sama2 penasaran kan, honey..

: belum-belum udah maen honey aja kamu..kamu mau jadi yang ketiga,man? :D

: hahahahahah..kamu lucu juga yhaa..aku semakin penasaran sama kamuu honey :)

: aku juga penasaran kenapa sih kamu bisa tertarik? Aku pikir engga ada orang yang bakal mendukung kejahatan cintaku ini hahahah..

: kamu pikir aku dukung kamu? Aku maunya kamu sama aku aja bukan sama mereka berdua haha :D

: serius, dewaaaa!

: hmm.. itu.. karena aku pernah mengalaminya, honey :(

: APA??!! KAMU?!!

Ya, setelah percakapan panjang di YM malam itu, aku akhirnya tahu ternyata pria itu bernama Dewa Lazuardi, dia tidak mau menceritakan banyak tentang identitasnya tetapi fakta yang baru saja dia katakan itu sudah cukup untukku. Dia pernah mengalami apa yang aku alami sekarang. Menjadi dua orang di dunia ini dan membohongi kedua kekasihnya. Membohongi dua dunianya. Membohongi dirinya sendiri.. tapi tetap, dia mengaku, dia sempat menikmatinya.. sangat. Hmm.. ternyata aku tidak sendirian. Tuhan memang baik, menciptakan seorang lagi yang memiliki dua dunia, dan mempertemukannya denganku lewat dunia lain tercanggih abad ini: internet. Tuhan memang baik, menciptakan seorang lagi yang juga tega berbuat jahat. Tuhan memang baik, paling tidak aku punya teman jika harus ditempatkan di neraka! Tuhan memang b[L]aik! Setidaknya dia menciptakan dua orang yang bernasib sama.

[ 2 ]

: udaaah. Hentikan permainan ini, honey.. aku ga mau kamu jadi kaya aku..

: tapi aku gg bisaaa.. kamu enak cowok, posisiku disini cewek, dewaa.. aku gg akan sampai hati membuat Dicky sama Awan sakit hati.. membuat mereka benci aku.. aku gg mauu..

: kalau gitu, buatlah ending yang elegan ;)

: haa?

: ya. Elegan. Aku punya rencana untuk kamu honey.. aku hanya tidak ingin kamu seperti aku. Bukannya ingin menyakiti kedua lelaki beruntung yang mencintaimu setengah mati itu. Sayangnya mereka dibutakan oleh dirimu. Sudah terlalu mencandu pada dirimu. Itulah yang membuatku semakin penasaran padamu honey.. jangan-jangan aku bisa kecanduan juga denganmu :)

Sial. Si Dewa ini asik juga diajak ngobrol via YM. Malam ini kami bertemu di YM tanpa sengaja dan membuat kami tak tidur semalaman. Kami merayakan insomnia bersama dengan share segala hal dan ternyata dia memang banyak kemiripan denganku. Aneh. Tuhan menciptakan dua orang yang hampir sama, seperti yang aku bilang tadi, membuatku merasa tidak sendiri. Dan Dewa ini, merencanakan sebuah rencana yang agak berbahaya. Aku tidak tahu apa aku sanggup melakukannya atau tidak tapi kata-kata Dewa selalu terngiang-ngiang di kepalaku: “Honey.. cepat atau lambat, mereka berdua pasti akan tahu. Maka akan lebih indah dan elegan jika kamu memilih endingnya sendiri. Jangan biarkan Tuhan memilihkannya untukmu atau kau akan menyesal sepertiku”.

Dewa membuatku kacau. Aku jadi memikirkannya dimana saja. Awan kemarin sampai tiga kali menanyaiku apa aku baik-baik saja dan memintaku untuk terbuka menceritakan apa yang lagi aku rasakan tapi jelas saja aku tidak akan bercerita padanya! Dicky kemarin dan tadi malam mungkin punya firasat engga enak atau gimana yah, dia dalam sehari bisa menghubungiku 5 kali!! Hal yang sangat jarang terjadi.. dan selalu berkata: “Raa sayaaang.. Raa masih sayang sama Dicky, kan? Dicky kangennn.. setiap detik.” Asal kalian tahu ya, tidak biasanya Dicky seperti itu. Apalagi tidak hanya malam-malam dia menghubungiku tapi juga pagi, siang, dan sore. Membuatku agak kesulitan kalau Awan sedang bersamaku. Untungnya Awan bukan tipe yang suka curiga. Dia sangat percaya padaku, dan itu keuntungan yang aku manfaatkan. Entah kedua kekasihku itu punya firasat apa yang membuat mereka mendadak aneh gitu. Ini semua gara-gara Dewa! Tapi aku tidak bisa memungkiri bahwa memang apa yang dikatakan Dewa benar, dan aku sangat tertarik dengan rencana besarnya itu! Hmm..

[ 2 ]

Tiga minggu sudah berlalu sejak aku ke Bandung waktu itu untuk show dan menemui Dicky tentunya. Dicky sudah ribut tiap hari bilang kangen. Engga sabar pengen ketemu. Yaah.. seminggu lagi. Sementara Awan justru ingin mengajakku berlibur weekend nanti, padahal sudah jauh-jauh hari aku bilang padanya bahwa aku harus ke Bandung lagi, nengok rumah. Aku bilang aku homesick banget. Iyaa.. homesick sama home-nya Dicky maksudnya. Dan dewa.. Dewa setiap hari meyakinkanku untuk yakin pada keberhasilan rencana ini dan aku harus melakukannya, entah nanti akan sesakit apa. Hhh... ya, aku harus melakukannya!

[ 2 ]

“Ikut ke Bandung, sayang?”

“Iyaaa. Awan belum pernah kan ikut Sherly ke Bandung.. yayaya??”

“Tapi.. Awan..”

“Ayolaaah.. sekali iniii ajaa.. kita sekalian weekend di Bandung!”

Dan aku berhasil mengajak Awan ikut ke Bandung. Mungkin ini hal tergila yang pernah aku lakukan tapi aku percaya dan berhasil diyakinkan oleh Dewa yang bahkan belum pernah aku temui, terakhir dia minta nomer handphoneku tapi hingga sekarang pun tidak ada tanda-tanda dia menghubungiku. Aku terpaksa melakukan ini karena aku ingin mengakhirinya dengan caraku yang telah direncanakan oleh Dewa, dengan cara yang elegan, seperti kata Dewa.

[ 2 ]

Show-ku malam minggu ini lumayan besar. Tamu undangannya pun lumayan berkelas. Seperti biasa aku akan berjalan dengan anggun di panggung itu memamerkan busana-busana aneh yang orang-orang disini sangat mengaguminya, bahkan berani membelinya dengan harga yang sangat tinggi. Jika tidak karena ditawari oleh sahabat SMA-ku di Bandung, jika tidak karena gajinya yang lumayan besar, jika tidak karena itu aku tidak akan pernah mau ada disini dan mungkin tidak akan pernah mengenal Dicky, yang waktu itu ikut memotret keanggunanku berjalan di atas panggung dan membuatku jatuh cinta padanya seperti halnya dirinya.

Aku sudah khusus meminta pada Mbak Citra untuk minta sama crew-nya menyediakan tiga kursi untuk tamu undangan khusus dariku. Mbak Citra yang baik itu pun meluluskan permintaanku. Sudah dari sore aku standby di tempat ini. Dari mulai make up, dan lain lain hingga saatnya pun akan segera tiba. Aku gelisah ingin menengok di kursi pengunjung. Dicky jelas datang malam ini menyaksikanku, dia sudah sangat hafal jadwal show-ku. Awan memang aku minta datang ke tempat ini, aku bilang ada surprise untuknya dan aku akan menemuinya malam ini di tempat ini. Ya, mereka akan aku sebelahkan di dua kursi yang telah aku minta tadi dan kursi yang tersisa satu itu.. kalian tentu sudah tahu untuk siapa. Dalang dari semua ini. Selama kurang lebih sebulan aku mengenal Dewa lewat chatting dengannya membuatku tahu banyak tentang dia dan malam ini, malam ini adalah bagian dari rencana besarnya. Aku sudah sangat gelisah dan berkali-kali menatap di cermin, meyakinkan diriku, AKU HARUS MELAKUKANNYA. HARUS!

[ 2 ]

1 message received. From: dickysayang

Sayaaaaaaaang.. Aku udah gg sabar liat kamuuuuuuu. Aku udah nyampe nih..

1 message received. From: sayangawan

Sherlyku.. Aku gg sabar sama kejutan kamu. Aku udah duduk nih.. Kamu dimana sih??

Ya. Mereka sudah datang dan entah kemana si Dewa. Aku tidak sempat lagi memikirkannya ketika Mbak Citra udah menyuruh kita bersiap. Sebentar lagi giliran kita. Jantungku dag-dig-dug tidak keruan. Serasa mati rasa semua badanku!

“Baiklah.. kita sambut selanjutnya.. dengan dress blueberry awesome rancangan Prita Ratna!” aku melenggang dengan anggun seperti biasanya. Para fotografer di bawah panggung setia mengabadikan setiap lenggak lenggok gerakanku. Mataku aku paksa perlahan menyapu penonton dan kudapati kedua lelakiku duduk bersebalahan. Dicky sedang mengarahkan kamera ke arahku sementara Awan menatapku dengan tampang yang susah untuk aku jelaskan. Matanya seolah menanyakan banyak hal padaku tapi.. seharusnya ada seseorang di sebelah Awan yang bisa menjelaskan semuanya. Kemana orang itu? Kemana dalang ini?

“Sara Sherlyana..!!!” dan si MC menyebut namaku. Jantungku dag-dig-dug semakin cepat. Mau copot rasanya.

“Sherlyyy???!!!” Awan dan Dicky refleks berkata agak keras. Awan bahkan berdiri dari kursinya. Mukanya shock. Dicky kaget karena namaku bukan Raa seperti yang dia kenal. Kamera DSLR Nikon-nya diturunkan, dia membidikku dengan matanya, tidak lagi dengan lensa kameranya. Dua orang telah membidikku dengan tatapan tajam.

“Eh? Anda.. kenal sama pacar saya??” Dicky memulai.

“HAHH?? Pacar kamu?? Sherly itu pacarku!” Awan dikagetkan untuk yang kedua kalinya.

“Heh.. lo jangan maen-maen ya.. namanya Raa. Indie Raa. Bukan Sherly! Dan dia, cewek gue!” kali ini Dicky berdiri. Aku sudah balik badan dan saatnya untuk kembali ke belakang panggung tapi kemana Dewa?? Dia yang seharusnya merencanakan semua ini dan dia harusnya ada disitu! Tapi.. kemana dia??

“Hahaha.. mas, maaf ya. Kayaknya anda salah orang. Sherly itu cewek saya, kami bahkan berangkat bareng dari Jogja ke Bandung.”

“Jangan ngaco ya mas! Mendingan kita ke belakang deh, kita selesein sama Raa.”

[ 2 ]

Di belakang panggung.

“Diam, Awan! Aku emang model! Dan Dicky cowokku, itu bener!” mereka ke belakang, aku menengahi. Ini harusnya tugas Dewa untuk menyelesaikan bagian dari rencananya tapi sial.. entah aku ditipu atau bagaimana olehnya, dia bahkan tak nampak sejak pertama show ini. Awan menatapku bingung.

“Dicky.. nama asliku sebenarnya Sherly. Dan Awan memang pacarku di Jogja, di duniaku yang satunya.. Aku engga tahu harus menjelaskan seperti apa sama kalian.. tapi.. aku memang seperti ini..” Aku mulai menangis, sesenggukan. Semua bebanku selama ini aku tumpahkan. Mereka berdua berpandangan penuh kebencian. Aku tahu saat ini akan tiba, tapi ini sama sekali bukan cara yang elegan seperti yang Dewa bilang. Ini cara yang sangat menyedihkan. Hatiku sakit. Apalagi mereka. Aku tak sanggup menjelaskan kebohonganku lagi.

“Raa sayaang.. kamuu.. kamuu.. yakin sama yang kamu omongin?” Dicky mendekatiku, mencoba mengusap tangisku. Awan gusar. Dia mengibas tangan Dicky.

“Sherly.. katakan siapa kamu sebenernya. Kamu bukan kayak gini.. kamu cuman anak kuliah di Jogja, iya kan sayaaang?” Awan memegang tangan kananku kencang. Aku kemudian duduk. Mencoba untuk mengontrol emosiku.. tapi tidak bisa. Tangisanku semakin menjadi-jadi. Aku menyesal melakukan ini. Aku tidak bisa bicara lagi. Aku tidak tahan lagi. Sakit rasanya melihat mereka berdua di depanku. Dicky kemudian juga memegang tangan kiriku, ingin aku mengatakan bahwa sebenarnya aku adalah Indie Raa, gadis tiga harinya yang sangat dia sayangi. Awan tak mau kalah, memaksaku supaya bicara bahwa aku sebenarnya Sherly, yang kalau pulang ke Bandung bukan untuk show atau menemui selingkuhannya di Bandung tetapi untuk menemui keluargaku dan kita pun kesini berangkat bareng.

Di saat seperti ini, aku mengharapkan Dewa datang. Entah kenapa aku merasa dialah yang bisa melindungiku, aku takut pada mereka berdua, korban dari permainanku terhadap kepribadianku yang ganda ini. Tapi kemana Dewa? Apakah dia juga menjebakku? Apakah aku juga korban permainannya? Atau jangan-jangan tidak pernah ada Dewa di dunia ini? Dewa Lazuardi hanyalah pribadi palsu dari seseorang? Atau.. Hhhh.. aku pusing.. beberapa saat kemudian security mengamankan Dicky dan Awan yang memang terlihat sedang membuat kegaduhan diantara acara yang masih berlangsung ini. Mbak Citra yang sepertinya mencium ada masalah langsung menarikku masuk ke ruang ganti. Dicky dan Awan masih memanggil-manggil namaku dengan dua nama, “Raaa..” dan “Sherly..”. Aku tahu mereka masih mengharapkanku. Tapi aku juga tahu mereka tidak akan bisa menerimaku dengan dua jiwa yang berbeda dalam diriku. Aku menangis menatap wajahku di depan cermin di ruang ganti. Make up-ku luntur. Wajahku tak keruan. Aku melihat Sherly mulai muncul ketika make up di wajah Raa perlahan menghilang. Aku menyesal. Aku sangat menyesali semua yang telah kulakukan. Beberapa saat kemudian terdengar dering sms dari handphoneku. Dari nomer asing:

Selamat, honey.. Kamu telah berhasil mengakhiri kisahmu dengan caramu sendiri. Jangan pernah kamu berpikir akulah yang mengatur semua ini karena semuanya ada di tanganmu. Kamulah yang membuat ending dari ceritamu sendiri. Aku cukup menyaksikannya saja dari jauh. Hahaha.. Selamat! Selamat! –Dewa Lazuardi-

Aku membanting handphoneku. Aku muak dan jijik pada diriku sendiri. Aku ingin marah pada Tuhan. Kenapa membiarkan semua ini terjadi? Kenapa membiarkan aku mengakhirinya dengan cara seperti ini? Kenapa aku dengan mudahnya percaya pada Dewa hanya karena dia pernah memiliki kisah yang sama denganku? Ternyata du[k]a itu tidak menyenangkan. Ternyata Tuhan tidak seb[L]aik yang aku pikirkan kemarin. Sara Sherlyana.. (aku berbicara pada diriku sendiri).. lihatlah dirimu sekarang di cermin. Seharusnya dari awal kamu tahu.. jika satu saja sudah cukup, maka jika kau menambah jadi dua.. rupanya itu hanya akan menimbulkan Ukuran hurufduka.. duka yang mendalam, perih sakitnya. Aku tidak tahu siapa diriku sekarang. Sherly atau Raa. Aku benci pada kedua jiwa yang menimbulkan duka dalam diriku!

[ 2 ]

@lovely leppy, July 24th 2009. 02.04 AM

On my 4th insomnia in this week!

http://dinisomething.blogspot.com

Tuesday, August 25, 2009

Maling..Maling..Maling..SIA!!!



“Maling.. Maling..!!” kalau ada suara kaya gitu berkoar-koar di sekitar kita, kebanyakan orang-orang Indonesia pasti akan mencari ke arah suara dan mengejar kemana si maling berusaha melarikan diri. Kalau untungnya malingnya ketangkep, beberapa dari kita masih suka main hakim sendiri. Dipukul, diinjek-injek, sampai kapok nggak berdaya tuh maling! Itu baru misalnya ada tetangga yang kemalingan TV di rumahnya. Bagaimana jadinya kalau kita kemalingan something bigger, meaningful, even we can’t give it to anybody. Yak. Inilah yang sedang kita alami *lagi*. Kemalingan budaya, pulau, bahkan harga diri kita sebagai bangsa Indonesia!

Dan yang terjadi?
Tidak ada adegan pukul memukul atau injek-injekan sama si maling secara fisik memang, tapi kita meluapkannya dengan kemarahan, rasa muak, benci, tidak suka, protes sana sini, demo, perang secara tulisan, lisan, dan lain-lain. 

Masalahnya adalah terkadang kita hanya meluapkannya dengan penuh amarah tanpa melakukan sesuatu yang kembalinya ke diri kita dan direfleksikan pada dunia luar. Kalian tahu sebab si tetangga tadi bisa kemalingan TV? Ternyata mereka lupa mengunci pintu rumah mereka di saat mereka sedang keasikan pesta di luar rumah. Mereka orang yang kaya raya, punya banyak barang-barang wah di rumah mereka dan TV yang dimaling itu mungkin tidak ada artinya dibanding dengan jumlah kekayaan mereka yang melimpah ruah atau bahkan itu hanya satu TV dari beberapa jenis TV yang mereka punya di rumah dan mungkin mereka telah melupakan mempunyai TV yang itu sehingga ketika para tetangganya mergokin si maling, si orang itu malah ngomong, “Oh.. Saya punya TV itu toh?” tapi tetap saja dia merasa kehilangan miliknya. Dia pun ikut marah-marah dan nginjek-nginjek malingnya. Usai balik rumah, semua dilupakan. Besoknya dia melupakan lagi TVnya yang sempat dimaling.

Itu hanyalah analogi sederhana tentang negara ini. Si kaya raya itulah negara kita, Indonesia. Banyak sekali pulau yang kita miliki sehingga terkadang ada yang kita lupakan dan bahkan ada yang belum diberi nama oleh pemerintah. Terjadilah kasus direbutnya pulau kita Sipadan dan Ligitan. Coba saja kalian googling Pulau Sipadan, langsung keluar berbagai tawaran wisata ke Pulau indah itu oleh pihak Malaysia. Saya sedih sekaligus geram membacanya. Harusnya itu milik kita! Jangan sampai kasus Ambalat juga akan berakhir seperti itu. 

Kemudian, Indonesia juga kaya raya akan seni dan budaya sehingga terkadang kita tidak mengenal seni dan budaya warisan budaya negara kita tercinta ini sendiri. Parahnya, selama 64 tahun kita merdeka ini, pemerintah juga tidak pernah tegas memberikan hak paten kepemilikan atas budaya-budaya tersebut. Apalagi budaya negeri kita yang suka membajak dan tidak terlalu menghargai hak cipta orisinil (oke, saya juga pernah melakukannya dan sekarang saya jadi agak mikir-mikir untuk melakukannya deh.. demi negara ini! Saya baru tahu ternyata rasanya sakit sekali ketika karya asli kita dibajak atau diklaim oleh pihak lain. Pasti para pekerja seni kita lebih sering merasakannya.) yang telah marak di negara kita, ini membuat pemerintah tidak bisa tegas untuk membuat hak paten sehingga bisa digunakan untuk menindak siapa saja yang mengklaimnya. Nah karena inilah, ada beberapa kasus diklaimnya budaya kita oleh Malaysia yang menurut http://budaya-indonesia.org, daftarnya adalah:

Naskah kuno dari Riau, Naskah kuno dari Sumatera Barat, Naskah kuno dari Sulawesi Selatan, Naskah kuno dari Sulawesi Tenggara, Reog dari ponorogo, Lagu Rasa Sayange dari Maluku, Lagu soleram dari Riau, Lagu injit-injit Semut dari Jambi, Alat music gamelan dari Jawa, Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur, Tari Piring dari Sumatra Barat, Lagu kakak tua dari Maluku, Lagu anak kambing saya dari Nusa Tenggara, Motif batik parang dari Yogyakarta, Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatra Barat, Kain Ulos, Alat musik angklung, lagu jail-jali, dan yang terakhir, Tari Pender dari Bali. Total ada 21 daftar!

Lihatlah.
Betapa mudahnya mereka bisa mencomot budaya kita, menggunakannya untuk promosi wisata negaranya, memasukkannya di dalam iklan Discovery Channel Asia sehingga mereka dengan bangganya mengajak penduduk dunia untuk melihat keindahan asli Asia melalui negara mereka. ‘Malaysia, Truly Asia!’ yang di telinga saya lebih terdengar, ‘Malingsia, Truly Maling Asia!’ :D Sehingga melalui promosi yang dikemas dengan ‘sempurna’ tersebut, pastilah akan meyakinkan orang-orang asing untuk tergoda mendatangi Asia dengan tujuan utama: Malaysia. Dan bukan ke negara tetangganya yang berdekatan: Indonesia. Cerdiknya mereka. Dan lengahnya kita.

Inilah yang dimanfaatkan oleh Malaysia dari negara kita. Bangsa yang besar secara kuantitas dengan ragam pulau, seni, budaya, suku, dan lain-lain ini rupanya belum bisa besar secara kualitas. Sementara Malaysia, hanya dengan kuantitas yang sedikit atau bahkan tidak punya banyak keunikan di kebudayaan mereka, bisa dengan ‘cerdik’nya mencuri beberapa budaya kita dari sekian banyaknya budaya dan mengangkatnya menjadi dikenal dunia Internasional. Kalau sudah begini salah siapa? Dan kita bisa apa?
Saya sangat kecewa dengan pemerintah kita yang tidak pernah bisa tegas menyelesaikan permasalahan kita dengan Malaysia sehingga mereka tidak henti-hentinya kapok berulah. Ternyata selama ini pemerintah kita hanyalah mengirimkan surat protes ke pemerintah Malaysia dan setelah itu selesai. Tidak ada lagi kelanjutan penyelesaian dari masalah pencurian milik kita ini. Jadi tidak heran kalau kasus-kasus yang sama terulang lagi hingga tahun ini, pendet oh pendet. 

Jadi ini PR besar sekali untukmu hai pemerintah yang baru, kami sebagai bagian dari bangsa Indonesia ini ingin tindakan tegas dan real dari pemerintah untuk menindaklanjuti klaim Malaysia atas banyak dari milik kita. Kalau teroris saja kita dikasih sama Malaysia, tapi giliran budaya diambil sama mereka. Ambil saja si Noordin kembali, “Pendet is ours and Noordin M Top is yours! I’ll give it for free! :D” . Kalau kita ngirim TKI-TKW aja disana disiksa dan dianiaya, eh giliran kita dulu kasih yang macam Manohara.. masih juga disiksa hahahah :D So, the point is, harus ada segera undang-undang dan hak paten yang jelas atas setiap budaya kita dan semua milik kita sehingga jika sewaktu-waktu Malaysia mencoba berulah lagi, tunjukkan saja kekuatan hukum itu. Beres kan!

Nah, kita sebagai warga biasa yang juga bagian dari bangsa yang besar ini pun HARUS melakukan sesuatu yang bisa membangun bangsa ini lebih baik dan lebih hebat di mata dunia! Saya sempat memikirkan beberapa ide untuk membangun semangat nasionalisme dan berbudaya kita dan mungkin juga banyak yang telah melakukannya seperti gerakan #Indonesiaunite di www.indonesiaunite.com dan ini mungkin sebagian hal-hal yang saya sebut “GERAKAN INDONESIA BERBUDAYA!” yang bisa kita mulai dari sekarang untuk bergerak membawa budaya kita kemana-mana dan jangan hanya protes sana-sini, marah dan benci dendam kesumat sama Malaysia tanpa melakukan apapun yang berarti, karena KALAU BUKAN KITA YANG JAGA, SIAPA LAGI? :)

GERAKAN INDONESIA BERBUDAYA!
1. Mari kita sering-sering pakai batik dan kalau bisa janjian bareng temen-temen! Organisasi saya di kampus, EDSA HMJ Sastra Inggris UNDIP pun memberlakukan akan hari Rabu sebagai “HARI BATIK” kita sehingga di hari itu kita akan memakai batik bersama-sama, tentunya kalau mau pake di hari-hari yang lain atau bahkan setiap hari pun tak masalah, asal punya stok batik yang banyak yaa hehhe..

2. Kampanye dengan tulisan! Sudah banyak terbukti tulisan mempunyai kekuatan yang besar untuk mengubah sesuatu, maka sering-seringlah kalau kita lagi online twitter, facebook, blogging, nulis brosur, majalah, Koran, bulletin, dan media yang lainnya, kampanyekanlah tentang budaya kita. Minimal kenalkanlah kebudayaan asli dari kota kelahiranmu! Bayangkan seandainya satu orang menulis tentang daerahnya dan ada 100orang dari daerah yang berbeda maka kita telah mengenal 100 budaya Indonesia dari banyaknya yang ada. Pede dan narsis aja! Asal jangan sampai terjadi primordialisme alias unggul-unggulin budaya kita tapi meremehkan yang lain. Man, kita Indonesia! Bhineka Tunggal Ika! :)

3. Kalau ada bule-bule yang lagi datang ke negara kita dan kalian berkesempatan buat ngobrol bareng, manfaatkanlah momen itu untuk mengenalkan kebudayaan kita kepada mereka. Mereka suatu saat akan menceritakannya pada teman-temannya disana dan teman-temannya akan bercerita dengan teman-temannya, dan seterusnya. Lalu mereka akan datang berbondong-bondong ke Indonesia :)

4. Sering-seringlah nonton hal-hal yang berbau budaya Indonesia. Banyak event seperti “Borobudur International Festival” kemarin dimana dijadikan ajang untuk mengenalkan budaya Indonesia dan itu hal yang menyenangkan untuk mengenali negri ini :) Yang simple, nonton pertunjukan wayang, permainan alat musik tradisional, tarian-tarian, dan kesenian-kesenian yang lain di daerahmu bisa juga kita jadikan untuk lebih mengenal budaya kita. TV-TV local di Semarang juga sering kadang menayangkannya. TVRI juga masih konsisten menanyangkan terkadang. Ohya, jangan cuman nonton! Sekali-kali buatlah festival budaya yang bisa dijadikan ajang mengenalkan budaya kita. 17-18 April lalu, EDSA pun sempat menyelenggarakan acara bertajuk festival budaya ‘METAMORPHOEDSA’ dan sempat menampilkan tarian Saman dan lain-lain di depan penonton. 

5. Pakailah merchandise-merchandise yang berbau Indonesia! Maksudnya disini yang menuliskan atau menggambarkan tentang Indonesia. Kita bisa memakai kaos, pin, topi, jaket, atau menempel stiker, dan lain-lain dengan desainnya berbau Indonesia seperti kaos Indonesiaunite, Visit Indonesia, atau mempromosikan daerah tertentu seperti Bali, Lombok, Bunaken, Karimunjawa, Bromo, atau dengan gambar wayang, reog, tarian pendet, dan lain-lain yang bisa kita bikin sendiri rame-rame sama temen-temen atau beli. Saya ada rencana pengen bikin udah lama jadi nanti kalau jadi pasti saya bakal publish deh, kita pake rame-rame. Pamer sama Malaysia! :D

6. Tumbuhkan terus rasa semangat nasionalisme dan mencintai budaya serta seluruh kekayaan negara ini tanpa pamrih dan karyakan sesuatu sesuai bidangmu dengan negara ini sebagai alasan kamu melakukannya. Misalnya saja kamu seorang insinyur, yaudah bersemangatlah berkarya di bidang itu untuk Indonesia. Buatlah sesuatu yang bisa kamu tinggalkan untuk negara ini dan dikenal oleh negara lain sebagai hasil karya Indonesia. Jika saja setiap orang mempunyai pemikiran sendiri-sendiri yang inovatif untuk negri ini, saya yakin, bangsa ini tidak hanya akan besar secara kuantitas namun juga secara kualitas!

7. Sebarkan gerakan ini ke teman-temanmu, maka teman-temanmu akan menyebarkannya ke teman-temannya dan teman-temannya akan menyebarkannya, dan seterusnya! Saya yakin, dari sebuah gerakan sederhana yang bisa kita lakukan ini akan membuat kita sebagai bagian dari bangsa yang berbudaya ini tumbuh menjadi negara yang hebat! Bermimpilah kawan, bermimpilah untuk bangsa yang besar ini! Maka kita akan mewujudkannya bersama-sama :)


KALAU BUKAN KITA YANG JAGA, SIAPA LAGI?
Salam Indonesia! Hidup Pendet! Balikin Noordin M Top! :D
Any Ideas??

the photograph

3..2..1...ACTION!!!

3..2..1...ACTION!!!

Bromo.. akhirnya!! Semeruu.. tunggu saiaa!! hehhe..

LOST IN JOURNEY?? hehhe..

kinder von germany

kinder von germany
[kiri-kanan] Ole, Rheinal, Daniel di sebuah taman di Berlin. Ole is Rheinal's best friend in Germany^_^

looking for future^^ *full of imagination*

looking for future^^ *full of imagination*

hahha just paper o' mine^_^

hahha just paper o' mine^_^

i am the star *hahha=p*

i am the star *hahha=p*